-Peri Kamar-
Thursday, December 29, 2011
Saturday, December 24, 2011
Metamorfosis Dini
Mengepakkan canggung kedua sayap yang rapuh
Biasakan yang tak biasa
Menyatukan harmoni angin yang berhembus
Menyelaraskan perjalanan
Dalam usia dini
Dipaksakan dewasa
Hanya tersenyum pada takdir
Menembus ribu getir yang deras menusuk
Tegarkan jiwa untuk sebuah nyawa
Tak sedetikpun menyalahkan Sang Pencipta
Mungkin sayap ini, dalam tubuh yang mungil
Untuk dapat cepat berpijak, lebih tinggi..
Dalam usia dini
Dipaksakan dewasa
Menyeimbangkan sebuah takdir
Biasakan yang tak biasa
Menyatukan harmoni angin yang berhembus
Menyelaraskan perjalanan
Dalam usia dini
Dipaksakan dewasa
Hanya tersenyum pada takdir
Menembus ribu getir yang deras menusuk
Tegarkan jiwa untuk sebuah nyawa
Tak sedetikpun menyalahkan Sang Pencipta
Mungkin sayap ini, dalam tubuh yang mungil
Untuk dapat cepat berpijak, lebih tinggi..
Dalam usia dini
Dipaksakan dewasa
Menyeimbangkan sebuah takdir
Monday, December 5, 2011
Maaf, aku mabuk sayang..
Kecuplah jemari tanganku, dan rasakan sisa aroma tembakau terbakar
lumatlah bibirku hingga ke lidah, dan nikmati aroma kopi tubruk yang bercampur liur
hisaplah desahan dari nafasku, ada sisa sedikit alkohol yang sudah menguap
bedahlah isi kepalaku, dan kau lihat serpihan pikiran jorok
yang mampir ditelingamu dengan bisikan binatang
kekasihmu yang kau bilang cantik ini seorang preman pasar!
Hei, tapi jangan juga menjadi lupa!
caraku mencintaimu sangat wanita
memberi sayang hingga membabi buta
ketika tertusuk langsung terluka
mengerang dan menangis dengan murka
HA HA HA
ya, aku tertawa keras
dengan tangisan deras..
Friday, December 2, 2011
Pacarku Ingin Masuk Surga
Kutatap matanya berkali-kali
sambil berharap mampu memecahkan hening
dalam ruangan segi empat yang sunyi
jam dinding pun seakan tak berani berisik
hanya hati yang berteriak
Gerak tubuhnya saat sujud sudah dihapal di luar kepala
ketika wajahnya basah dari sisa-sisa air wudlu
kemudian kusambut dengan mencium tangannya
selama tujuh tahun
kusebut dengan "Ritual Cinta"
Seperti dirinya, aku mengingat Tuhan
sepertinya dirinya, kubariskan segenap doa
seperti dirinya, aku menunggu jabah Tuhan
Tuhan yang sama, cara yang berbeda
Harmonis dalam perbedaan yang manis
kesejukan yang dialirkan matanya
yang selalu memeluk perasaan penuh
dan kini kedua mata ini bertatapan
sedang bernegosiasi serius
dan bibir yang mengalah untuk diam
setelah iringan kata yang baru terucap olehnya:
"Aku ingin menyempurnakan keimananberibadah yang belum terpenuhisatu cinta yang diikat Tuhandihadapan saksisalah satu sarat mencapai surgadengan wanita satu iman"
Demi cinta,
aku menuntunnya dalam mengingat Tuhan
Demi cinta,
apakah aku harus membantunya?
melepas paksa paksa cinta
karena pacarku ingin masuk surga
setelah mimpi sudah sampai awan
dan aku tak lagi perawan
Subscribe to:
Posts (Atom)